Senin, 13 September 2010

Alay, si Perusak Tata Bahasa Indonesia

Tidak tahu kapan persisnya kelompok atau golongan atau genk atau apalah namanya ini hadir dibumi Indonesia,namun menurut berbagai sumber mereka hadir kira-kira di akhir tahun 2004 (koreksi kalau salah)hehehe.Kehadiran mereka cukup memberi warna dalam pergaulan anak muda di Indonesia,dan yang lebih mencolok adalah di dalam gaya tata bahasa mereka.
alay generator
alay text generator
Menurut saya tata bahasa atau gaya bahasa mereka (alay) telah merusak tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar,dan secara tidak langsung mereka telah menginjak-injak wajah dari bapak proklamator Indonesia soekarno-hatta.Kenapa saya katakan demikian?karena dengan hadirnya proklamasi, menuntut kita untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar,namun mereka (alay) dengan seenaknya merubah,bahkan merusak,yang lebih parah lagi akan membunuh tata bahasa Indonesia.
Yang lebih memprihatinkan lagi pengguna atau pemakai tata bahasa alay ini adalah generasi muda bangsa,yang mana mereka merupakan estafet perjuangan bangsa,estafet pembangunan bangsa,dan estafet-estafet yang lainnya.Bukankah kita seharusnya risau dengan fenomena ini??,mau dibawa kemana negara kita tercinta?! (kelaut aja kali ya!!)hehehe.
Kalau saja ada undang-undang yang mengatur atau menindak tegas pelaku perusak tata bahasa Indonesia yang baik dan benar,maka saya sangat mendukung sekali dengan undang-undang tersebut.Mungkin dengan adanya undang-undang tersebut akan menyelamatkan diri tata bahasa indonesia dari ancaman pembunuhan tata bahasa lain.
undefined
Saya bukanlah membenci atau menjelekkan kelompok atau golongan alay,tapi tulisan ini semata-mata bentuk keprihatinan dan kerisauan saya selama ini terhadap generasi muda bangsa,karena di pundak merekalah cita-cita bangsa akan terwujud
nantinya.kalau saja saat ini mereka sudah menjadi perusak,bagaimana nantinya ya?!.
Bagaimana menurut anda?
Wallahu ‘alam bisshowab..
Tulisa ini merupakan luapan emosi saya karena kekurangan makan combro…undefined undefined
Serius amat juragan…nyantai aja kalii…
Catatan :muda yang saya maksud disini adalah sekitar umur 14-21 tahun (ga tau deh kalau menurut anda)hehehe,kalau para kompasianers muda mungkin tidak termasuk kali ya!! hehehe






                          IS THE BEST OF THE ALAY !!




warning : nee slahh satuu foto ALAY yg w taoo n w dpett lngsung dri FB'a ... Lw all pda mu knal ma ALAY 1 ini criie jja nama'a miie 'triie' chan ... hehehehe...

Gg.Galunggung

Gunung Galunggung

Galunggung
undefined
Ketinggian2.168 m
DaftarRibu
Lokasi
LokasiKabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Koordinat7.25°LS-7°15'0"LS; 108.058°BT-108°3'30"BT
Geologi
JenisStratovolcano
Letusan terakhir1984
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektar di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Obyek yang lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas.
Gunung Galunggung mempunyai Hutan Montane 1.200 - 1.500 meter dan Hutan Ericaceous > 1.500 meter.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Letusan Gunung Galunggung

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.
Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.
undefined
Letusan Galunggung 1982, disertai petir
Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560x440m yang kemudian dinamakan gunung Jadi.
Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 (VEI=4) disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 milyar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni.
Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.
Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi kawasan bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yang terputus, pengerukan lumpur/pasir pada beberapa aliran sungai dan saluran irigasi (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai 'benteng' pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke kawasan Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut juga dilakukan eksploitasi pemanfaatan pasir galunggung yang dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun konstruksi jalan raya. Pada tahun-tahun kemudian hingga saat ini usaha pengerukan pasir galunggung tersebut semakin berkembang, bahkan pada awal perkembangannya (sekitar 1984-1985) dibangun jaringan jalan Kereta Api dari dekat Station KA Indihiang (Kp. Cibungkul-Parakanhonje) ke check dam sinagar sebagai jalur khusus untuk mengangkut pasir dari galungung ke Jakarta.Letusannya juga membuat British Airways Penerbangan 9 tersandat, di tengah jalan.

[sunting] Gunung Galunggung sebagai obyek wisata

Kebanyakan pengunjung obyek wisata Galunggung adalah wisatawan lokal, sementara wisatawan dari mancanegara masih di bawah hitungan 100 orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 213.382 orang per tahun.
Melihat potensi daya tarik yang mungkin digali, serta posisi geografis yang cukup strategis, serta memiliki kekhasan dari kondisi alamnya obyek wisata Gunung Galunggung cukup potensial untuk dijual kepada wisatawan mancanegara. Namun obyek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata yang profesional.

Gg.Bunder

Gunung Bunder adalah desa di kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Kawasan Gunung Bunder memiliki ketinggian antara 750-1.050 meter dari permukaan laut (dpl) dan sebagian besar merupakan hutan produksi milik Perhutani yang ditanami dengan pohon pinus. Di kawasan tersebut terdapat sebuah bumi perkemahan dengan fasilitas pelatihan luar ruang (outbound training). Gunung Bunder terkenal juga dengan beberapa air terjun (curug) serta Kawah Ratu. Beberapa curug (air terjun) di Gunung Bunder diantaranya adalah Curug Cihurang, Curug Ngumpet, Curug Cigamea, dan Curug Seribu. Semua curug tersebut terletak dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau. Untuk menuju Kawah Ratu, pengunjung harus melakukan trekking sejauh 14 kilometer dari Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Jika Anda ingin melakukan perjalanan ke sana, kalau dari arah kota Bogor Baranang Siang lalu menuju IPB dan terus lurus, kemudian Anda belok ke Cikampak atau dari arah Cibatok. Di sana Anda akan bertemu dengan Kecamatan Pamijahan, Bogor. Anda bisa lewat Gunung Picung atau Gunung Bunder. Di Gunung Bunder Anda akan bertemu daerah wisata yang sangat indah yaitu Bedeng, di sana terdapat banyak villa.